Minggu, 02 Desember 2018

My Biodata

BIODATA

Nama Lengkap   : Solohedela Viarosa Br.Simbolon
Nama Panggilan : Dela
TTL                        : Kendal, 26 juni 2003
Alamat                  : Wengga Jaya Agung jalur 14 no. 313
Hobi                      :  Menyanyi dan memasak


Pesamaan dan Pertidaksamaan Nilai Mutlak Linier Satu Variabel

Sepulang sekolah, Rogu ingin ke rumah Rangga. Namun ia juga ingin membeli buku. Tapi, letak toko bukunya di mana ya? Aduh, sayangnya Rangga nggak tahu nih. Ia hanya tahu memang ada sih toko buku di sekitar rumahnya. Padahal kalau toko bukunya lebih dekat dari rumah Rangga, Rogu pastinya memilih membeli buku dahulu.
Hmm, tapi jangan khawatir. Untungnya Rogu itu pintar matematika, jadi dia punya penyelesaian masalahnya. Bagaimana caranya? Waah kali ini Rogu akan menggunakan persamaan dan pertidaksamaan linear mutlak untuk memperkirakan letak toko buku yang berada di sekitar rumah Rangga itu. Gimana ya itu caranya? Yuk simak penjelasan dari Rogu.
Pertama yang harus kamu tahu nih, apa itu “mutlak”? Di matematika, mutlak berarti nilainya selalu lebih dari atau sama dengan 0. Biasanya sih disimbolkan oleh dua garis tegak lurus mengapit suatu kalimat matematika, contohnya “| 5x + 7 |”.
Nilainya selalu lebih dari atau sama dengan 0, walaupun x yang dipilih menyebabkan “5x + 7” jadi negatif. Jadi ada dua kemungkinan kejadian pada setiap perhitungan untuk nilai mutlak



Untung saja Rogu ingat bahwa kata-kata “jarak” itu nilainya selalu positif, sehingga ia bisa memanfaatkan prinsip nilai mutlak.
Misalnya jarak toko buku dari sekolah adalah x. Langsung aja deh Rogu menuliskan persamaan linear mutlaknya yaitu
| x - 5 | = 1
Selanjutnya Rogu mau mencari nilai x sehingga |x - 5| akan menghasilkan 1 nih. Bagaimana langkah-langkah penyelesaian persamaan linear nilai mutlak?
Ada dua kemungkinan, x - 5 atau – (x - 5)
  • Kemungkinan pertama
    x - 5 = 1
    x       = 6
  • Kemungkinan kedua
    - (x - 5) = 1
    x - 5      = -1
    x            =  4
Jadi, ada dua kemungkinan letak toko buku. Pertama yaitu 6 km dari sekolahnya dan yang kedua  yaitu 4 km dari sekolahnya. Bila memang benar 4 km dari sekolahnya, Rogu mampir ke toko buku dulu hehe.
Nah bagaimana? Mudah kan Squad untuk menyelesaikan persamaan linear mutlak? Sekarang coba simak pembahasan selanjutnya yuk.
Bagaiman bila ternyata Rangga memberitahu Rogu kalau jarak rumahnya ke toko buku lebih dari 1 km dan jarak rumahnya dari sekolah tetap yaitu 5 km? Di mana ya letak toko buku itu bila dihitung dari sekolah? Langsung saja deh Rogu menggunakan pertidaksamaan linear mutlak (kata kunci untuk pertidaksamaan adalah lebih dari, kurang dari, maksimum, atau minimum). Santai, Squad. Rogu bakal menjelaskan dengan simple kok.
| x - 5 | > 1
Ada dua kemungkinan, x - 5 atau – (x - 5)

  • Kemungkinan pertama
    x - 5 > 1
    x > 6
  • Kemungkinan kedua
    - (x - 5) > 1
    (x - 5) < -1
    x < 4

Bahasa Inggris Bab 1 Kelas x

Pengertian Short Functional Text

Short Functional Text dalam Bahasa Inggris diartikan sebagai sebuah teks singkat yang memberikan informasi tentang sesuatu hal yang menyangkut kehidupan sehari-hari kalian. Pengertian dan contoh Short Functional text sendiri bisa disesuaikan dengan fungsi atau aktivitas tertentu. Contoh funcional teks antara lain, iklan, poster film, undangan, pengumuman, ulasan produk, peringatan, dll.
Gambar terkait

Contoh Short Functional text yang bisa kalian pelajari:

1. Caution/ Warning (Petunjuk/ Peringatan)
Teks pendek ini mempunyai informasi ringkas yang bertujuan untuk kepentingan orang banyak atau masyarakat luas. Short function text ini bisa dipakai untuk menyediakan informasi mengenai suatu petunjut atau peringatan kepada orang banyak.
Contoh:
– NO SMOKING (dilarang merokok!)
– DON’T TURN RIGHT (dilarang belok ke kanan)
– PLEASE TURN OFF YOUR PHONE SELULAR (Harap matikan ponsel anda)
– DON’T ENTER STAFF ONLY (Selain pegawai di sini dilarang masuk)
2. Greeting Card atau Kartu Ucapan
Berisikan teks pendek yang berisi tentang ucapan dan harapan baik yang dikirimkan sesorang pada saat momen-momen tertentu. Contoh:
– Birthday Card (kartu ucapan selamat ulang tahun)
Diberikan pada seseorang yang sedang berulang tahun
– Congratulation Card (kartu ucapan selamat atas keberhasilan)
Diberikan pada seseorang yang telah meraih kesuksesan atau keberhasilan
–  Thank You Card (kartu ucapan terima kasih)
Diberikan pada seseorang yang mengungkapkan rasa terima kasih dengan tulus
– Condolence Card (kartu ucapan untuk berbela sungkawa)
Diberikan pada seseorang untuk mengucapkan rasa belasungkawa
– Religion Card
Diberikan pada seseorang yang sedang merayakan hari besar keagamaan
Contoh:
To: Ervan
Congratulation on your big success in the final exam! We are very proud of you and always do the best in the future. We love you.
Dad&Mom
3. Announcement (Pengumuman)
Announcement atau pengumuman biasanya hanya berisi teks singkat yang mempunyai tujuan tertentu dalam memberikan suatu informasi bersifat formal kepada orang banyak.
Contoh:
Announcement
There will be a flag ceremony on Friday to celebrate Pancasila Day. All students should wear white grey uniforms.
Headmaster
4. Short Message
Short Message atau pesan singkat berbentuk teks pendek yang bertujuan untuk memberi tahu seseorang tentang informasi tertentu yang ingin disampaikan. Pesan tersebut biasanya disampaikan karena kalian tidak bisa bertemu langsung dengan orang yang bersangkutan. Kalian bisa menulis pesan singkat pada kertas atau mengirimnya lewat pesan singkat melalui ponsel kalian.
Contoh:
To: Dani
Don’t forget to pick up your little brother at restaurant at 9 a.m.
Because today is rainy, so don’t forget to bring your umbrella.
– Mom –
Nah sekarang sudah tau kan pengertian dan contoh dari short functional text itu seperti apa. Jadi kamu sudah tidak perlu bingung lagi ketika ada yang menanyakan mengenai short functional text ini.
Kamu ingin belajar lebih banyak tentang materi bahasa inggris?. Yuk baca juga materi lainnya guys, salah satunya adalah Memahami Penggunaan Just, Still, Yet dan Already.

Fisika Kelas X

A. Besaran Fisika Dan pengukuran
1. Pengertian Besaran Fisika, Besaran Pokok, dan Besaran Turunan
Di dalam pembicaraan kita sehari-hari yang dimaksud dengan berat badan adalah massa, sedangkan dalam fisika pengertian berat dan massa berbeda. Berat badan dapat kita tentukan dengan menggunakan alat timbangan berat badan. Misalnya, setelah ditimbang berat badanmu 50 kg atau dalam fisika bermassa 50 kg. Tinggi atau panjang dan massa adalah sesuatu yang dapat kita ukur dan dapat kita nyatakan dengan angka dan satuan. Panjang dan massa merupakan besaran fisika. Jadi, besaran fisika adalah ukuran fisis suatu benda yang dinyatakan secara kuantitas.
Selain besaran fisika juga terdapat besaran-besaran yang bukan besaran fisika, misalnya perasaan sedih, gembira, dan lelah. Karena perasaan tidak dapat diukur dan tidak dapat dinyatakan dengan angka dan satuan, maka perasaan bukan besaran fisika.
Besaran fisika dikelompokkan menjadi dua, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. Adapun, besaran turunan merupakan besaran yang dijabarkan dari besaran-besaran pokok.
Sistem satuan besaran fisika pada prinsipnya bersifat standar atau baku, yaitu bersifat tetap, berlaku universal, dan mudah digunakan setiap saat dengan tepat. Sistem satuan standar ditetapkan pada tahun 1960 melalui pertemuan para ilmuwan di Sevres, Paris. Sistem satuan yang digunakan dalam dunia pendidikan dan pengetahuan dinamakan sistem metrik, yang dikelompokkan menjadi sistem metrik besar atau MKS (Meter Kilogram Second) yang disebut sistem internasional atau disingkat SI dan sistem metrik kecil atau CGS (Centimeter Gram Second).
Besaran pokok dan besaran turunan beserta dengan satuannya dapat dilihat dalam Tabel.
Tabel Satuan Besaran Pokok dalam Sistem Metrik
Tabel beberapa contoh garam
N0Besaran PokokSatuan SI/MKKSSingkatanSatuan Sistem CGSSingkatan
1Panjangmetermcentimetercm
2Massakilogramkggramg
3Waktudetiksdetiks
4SuhukelvinKKelvink
5Kuat arus listrikampereAstat amperestatA
6Intensitas cahayacandelaCdcandelaCd
7Jumlah zatkilo molkmolmolmol
Selain tujuh besaran pokok di atas, terdapat dua besaran pokok tambahan, yaitu sudut bidang datar dengan satuan radian (rad) dan sudut ruang dengan satuan steradian (sr).
Tabel Beberapa Besaran Turunan beserta Satuannya
N0Besaran TurunanPenjabaran dari Besaran PokokSatuan dalam MKKS
1LuasPanjang × Lebarm2
2VolumePanjang × Lebar × Tinggim3
3Massa JenisMassa : Volumekg/m3
4KecepatanPerpindahan : Waktum/s
5PercepatanKecepatan : Waktum/s2
6GayaMassa × Percepatannewton (N) = kg.m/s2
7UsahaGaya × Perpindahanjoule (J) = kg.m2/s2
8DayaUsaha : Waktuwatt (W)kg.m2/s3
9TekananGaya : Luaspascal (Pa) = N/m2
10MomentumMassa × Kecepatankg.m/s
Satuan Sistem Internasional (SI) digunakan di seluruh negara dan berguna untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan perdagangan antarnegara. Kamu dapat membayangkan betapa kacaunya perdagangan apabila tidak ada satuan standar, misalnya satu kilogram dan satu meter kubik.
a. Satuan Internasional untuk Panjang
Hasil pengukuran besaran panjang biasanya dinyatakan dalam satuan meter, centimeter, milimeter, atau kilometer. Satuan besaran panjang dalam SI adalah meter. Pada mulanya satu meter ditetapkan sama dengan panjang sepersepuluh juta (1/10000000) dari jarak kutub utara ke khatulistiwa melalui Paris. Kemudian dibuatlah batang meter standar dari campuran Platina-Iridium. Satu meter didefinisikan sebagai jarak dua goresan pada batang ketika bersuhu 0ºC. Meter standar ini disimpan di International Bureau of Weights and Measure di Sevres, dekat Paris.
Batang meter standar dapat berubah dan rusak karena dipengaruhi suhu, serta menimbulkan kesulitan dalam menentukan ketelitian pengukuran. Oleh karena itu, pada tahun 1960 definisi satu meter diubah. Satu meter didefinisikan sebagai jarak 1650763,72 kali panjang gelombang sinar jingga yang dipancarkan oleh atom gas krypton-86 dalam ruang hampa pada suatu lucutan listrik.
Pada tahun 1983, Konferensi Internasional tentang timbangan  dan ukuran memutuskan bahwa satu meter merupakan jarak yang ditempuh cahaya pada selang waktu 1/299792458
sekon. Penggunaan kecepatan cahaya ini, karena nilainya dianggap selalu konstan.
b. Satuan Internasional untuk Massa
Besaran massa dalam SI dinyatakan dalam satuan kilogram (kg). Pada mulanya para ahli mendefinisikan satu kilogram sebagai massa sebuah silinder yang terbuat dari bahan campuran Platina dan Iridium yang disimpan di Sevres, dekat Paris. Untuk mendapatkan ketelitian yang lebih baik, massa standar satu kilogram didefinisikan sebagai massa satu liter air murni pada suhu 4ºC.
c. Satuan Internasional untuk Waktu
Besaran waktu dinyatakan dalam satuan detik atau sekon dalam SI. Pada awalnya satuan waktu dinyatakan atas dasar waktu rotasi bumi pada porosnya, yaitu 1 hari. Satu detik didefinisikan sebagai 1/26400 kali satu hari rata-rata. Satu hari rata-rata sama dengan 24 jam = 24 x 60 x 60 = 86400 detik. Karena satu hari matahari tidak selalu tetap dari waktu ke waktu, maka pada tahun 1956 para ahli menetapkan definisi baru. Satu detik adalah selang waktu yang diperlukan oleh atom cesium-133 untuk melakukan getaran sebanyak 9192631770 kali.
2. Mengonversi Satuan Panjang, Massa, dan Waktu
Setiap besaran memiliki satuan yang sesuai. Penggunaan satuan suatu besaran harus tepat, sebab apabila tidak sesuai akan berkesan janggal bahkan lucu. Misalnya seseorang mengatakan tinggi badannya 150ºC, orang lain yang mendengar mungkin akan tersenyum karena hal itu salah. Demikian pula dengan pernyataan bahwa suhu badan orang yang sehat biasanya 36 meter, terdengar janggal.
Hasil suatu pengukuran belum tentu dinyatakan dalam satuan yang sesuai dengan keinginan kita atau yang kita perlukan. Contohnya panjang meja 1,5 m, sedangkan kita memerlukan dalam satuan cm, satuan gram dinyatakan dalam kilogram, dari satuan milisekon menjadi sekon. Untuk mengonversi atau mengubah dari suatu satuan ke satuan yang lainnya diperlukan tangga konversi. Gambar di bawah menunjukkan tangga konversi panjang, massa, dan waktu, beserta dengan langkah-langkah penggunaannya.
3. Awalan Satuan dan Sistem Satuan di Luar Sistem Metrik
Di samping satuan sistem metrik, juga dikenal satuan lainnya yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya liter, inci, yard, feet, mil, ton, dan ons. Satuan-satuan tersebut dapat dikonversi atau diubah ke dalam satuan sistem metrik dengan patokan yang ditentukan. Konversi besaran panjang menggunakan acuan sebagai berikut:
• 1 mil = 1760 yard (1 yard adalah jarak pundak sampai ujung jari tangan orang dewasa).
• 1 yard = 3 feet (1 feet adalah jarak tumit sampai ujung jari kaki orang dewasa).
• 1 feet = 12 inci (1 inci adalah lebar maksimal ibu jari tangan orang dewasa).
• 1 inci = 2,54 cm
• 1 cm = 0,01 m
Satuan mil, yard, feet, inci tersebut dinamakan satuan sistem Inggris. Untuk besaran massa berlaku juga sistem konversi dari satuan sehari-hari maupun sistem Inggris ke dalam sistem SI.
Contohnya sebagai berikut.
• 1 ton = 1000 kg
• 1 kuintal = 100 kg
• 1 slug = 14,59 kg
• 1 ons (oz) = 0,02835 kg
• 1 pon (lb) = 0,4536 kg
Satuan waktu dalam kehidupan sehari-hari dapat dikonversi ke dalam sistem SI yaitu detik atau sekon. Contohnya sebagai berikut.
• 1 tahun = 3,156 x 10pangkat 7 detik
• 1 hari = 8,640 x 10 pangkat4 detik
• 1 jam = 3600 detik
• 1 menit = 60 detik
Di dalam sistem metrik juga dikenal sistem awalan dari sistem MKS baik ke sistem makro maupun ke sistem mikro. Perhatikan Tabel berikut ini.
Tabel Awalan Satuan Sistem Metrik Besaran Panjang
Penelitian jagad mikro dengan konversi sistem mikro banyak berkembang dalam bidang teknolgi dewasa ini, contohnya teknologi nano yang menyelidiki jagad renik seperti sel, virus, bakteriofage, dan DNA. Adapun penelitian jagad makro menggunakan konversi sistem makro karena objek penelitiannya mencakup wilayah lain dari jagad raya, yaitu objek alam semesta di luar bumi.
4. Mengonversi Satuan Besaran Turunan
Besaran turunan memiliki satuan yang dijabarkan dari satuan besaranbesaran pokok yang mendefinisikan besaran turunan tersebut. Oleh karena itu, seringkali dijumpai satuan besaran turunan dapat berkembang lebih dari satu macam karena penjabarannya dari definisi yang berbeda. Sebagai contoh, satuan percepatan dapat ditulis dengan m/s2 dapat juga ditulis dengan N/kg. Satuan besaran turunan dapat juga dikonversi. Perhatikan beberapa contoh di bawah ini!
• 1 dyne = 10pangkat-5 newton
• 1 erg = 10pangkat-7 joule
• 1 kalori = 0,24 joule
• 1 kWh = 3,6 x 10pangkat6 joule
• 1 liter = 10pangkat-3 m3 = 1 dm3
• 1 ml = 1 cm3 = 1 cc
• 1 atm = 1,013 x 10pangkat5 pascal
• 1 gauss = 10pangkat-4 tesla
B. Pengukuran Besaran Fisika
Peranan pengukuran dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Seorang tukang jahit pakaian mengukur panjang kain untuk dipotong sesuai dengan pola pakaian yang akan dibuat dengan menggunakan meteran pita. Penjual daging menimbang massa daging sesuai kebutuhan pembelinya dengan menggunakan timbangan duduk.
Seorang petani tradisional mungkin melakukan pengukuran panjang dan lebar sawahnya menggunakan satuan bata, dan tentunya alat ukur yang digunakan adalah sebuah batu bata. Tetapi seorang insinyur sipil mengukur lebar jalan menggunakan alat meteran kelos untuk mendapatkan satuan meter.
Ketika kita mengukur panjang meja dengan penggaris, misalnya didapat panjang meja 100 cm, maka panjang meja merupakan besaran, 100 merupakan hasil dari pengukuran sedangkan cm adalah satuannya.
Beberapa aspek pengukuran yang harus diperhatikan yaitu ketepatan (akurasi), kalibrasi alat, ketelitian (presisi), dan kepekaan (sensitivitas). Dengan aspek-aspek pengukuran tersebut diharapkan mendapatkan hasil pengukuran yang akurat dan benar.
Berikut ini akan kita bahas pengukuran besaran-besaran fisika, meliputi panjang, massa, dan waktu.
1. Pengukuran Panjang
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang benda haruslah
sesuai dengan ukuran benda. Sebagai contoh, untuk mengukur lebar buku kita gunakan pengaris, sedangkan untuk mengukur lebar jalan raya lebih mudah menggunakan meteran kelos.
a. Pengukuran Panjang dengan Mistar
Penggaris atau mistar berbagai macam jenisnya, seperti penggaris yang berbentuk lurus, berbentuk segitiga yang terbuat dari plastik atau logam, mistar tukang kayu, dan penggaris berbentuk pita (meteran pita). Mistar mempunyai batas ukur sampai 1 meter, sedangkan meteran pita dapat mengukur panjang sampai 3 meter. Mistar memiliki ketelitian 1 mm atau 0,1 cm.
Posisi mata harus melihat tegak lurus terhadap skala ketika membaca skala mistar. Hal ini untuk menghindari kesalahan pembacaan hasil pengukuran akibat beda sudut kemiringan dalam melihat atau disebut dengan kesalahan paralaks.

b. Pengukuran Panjang dengan Jangka Sorong
Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang mempunyai batas ukur sampai 10 cm dengan ketelitiannya 0,1 mm atau 0,01 cm. Jangka sorong juga dapat digunakan untuk mengukur diameter cincin dan diameter bagian dalam sebuah pipa. Bagian-bagian penting jangka sorong yaitu
1. rahang tetap dengan skala tetap terkecil 0,1 cm
2. rahang geser yang dilengkapi skala nonius. Skala tetap dan nonius mempunyai selisih 1 mm.
c. Pengukuran Panjang dengan Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup memiliki ketelitian 0,01 mm atau 0,001 cm. Mikrometer sekrup dapat digunakan untuk mengukur benda yang mempunyai ukuran kecil dan tipis, seperti mengukur  ketebalan plat, diameter kawat, dan onderdil kendaraan yang berukuran kecil.
Bagian-bagian dari mikrometer adalah rahang putar, skala utama, skala putar, dan silinder bergerigi. Skala terkecil dari skala utama bernilai 0,1 mm, sedangkan skala terkecil untuk skala putar sebesar 0,01 mm. Berikut ini gambar bagian-bagian dari mikrometer.
2. Pengukuran Massa Benda
Timbangan digunakan untuk mengukur massa benda. Prinsip kerjanya adalah keseimbangan kedua lengan, yaitu keseimbangan antara massa benda yang diukur dengan anak timbangan yang digunakan. Dalam dunia pendidikan sering digunakan neraca O’Hauss tiga lengan atau dua lengan. Perhatikan beberapa alat ukur berat berikut ini.
Bagian-bagian dari neraca O’Hauss tiga lengan adalah sebagai berikut:
• Lengan depan memiliki skala 0—10 g, dengan tiap skala bernilai 1 g.
• Lengan tengah berskala mulai 0—500 g, tiap skala sebesar 100 g.
• Lengan belakang dengan skala bernilai 10 sampai 100 g, tiap skala 10 g.
3. Pengukuran Besaran Waktu
Berbagai jenis alat ukur waktu misalnya: jam analog, jam digital, jam dinding, jam atom, jam matahari, dan stopwatch. Dari alat-alat tersebut, stopwatch termasuk alat ukur yang memiliki ketelitian cukup baik, yaitu sampai 0,1 s.
C. Suhu dan Pengukurannya
1. Pengertian Suhu
Ukuran derajat panas dan dingin suatu benda tersebut dinyatakan dengan besaran suhu. Jadi, suhu adalah suatu besaran untuk menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda.
2. Termometer sebagai Alat Ukur Suhu
Suhu termasuk besaran pokok. Alat untuk untuk mengukur besarnya suhu suatu benda adalah termometer. Termometer yang umum digunakan adalah termometer zat cair dengan pengisi pipa kapilernya adalah raksa atau alkohol. Pertimbangan dipilihnya raksa sebagai pengisi pipa kapiler termometer adalah sebagai berikut:
a. raksa tidak membasahi dinding kaca,
b. raksa merupakan penghantar panas yang baik,
c. kalor jenis raksa rendah akibatnya dengan perubahan panas yang kecil cukup dapat mengubah suhunya,
d. jangkauan ukur raksa lebar karena titik bekunya -39 ºC dan titik didihnya 357ºC.
Pengukuran suhu yang sangat rendah biasanya menggunakan termometer alkohol. Alkohol memiliki titik beku yang sangat rendah, yaitu -114ºC. Namun demikian, termometer alkohol tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu benda yang tinggi sebab titik didihnya hanya 78ºC.
Pada pembuatan termometer terlebih dahulu ditetapkan titik tetap atas dan titik tetap bawah. Titik tetap termometer tersebut diukur pada tekanan 1 atmosfer. Di antara kedua titik tetap tersebut dibuat skala suhu. Penetapan titik tetap bawah adalah suhu ketika es melebur dan penetapan titik tetap atas adalah suhu saat air mendidih.

Berikut ini adalah penetapan titik tetap pada skala termometer.
a. Termometer Celcius
Titik tetap bawah diberi angka 0 dan titik tetap atas diberi angka 100. Diantara titik tetap bawah dan titik tetap atas dibagi 100 skala.
b. Termometer Reaumur
Titik tetap bawah diberi angka 0 dan titik tetap atas diberi angka 80. Di antara titik tetap bawah dan titik tetap atas dibagi menjadi 80 skala.
c. Termometer Fahrenheit
Titik tetap bawah diberi angka 32 dan titik tetap atas diberi angka 212. Suhu es yang dicampur dengan garam ditetapkan sebagai 0ºF. Di antara titik tetap bawah dan titik tetap atas  dibagi 180 skala.
d. Termometer Kelvin
Pada termometer Kelvin, titik terbawah diberi angka nol. Titik ini disebut suhu mutlak, yaitu suhu terkecil yang dimiliki benda ketika energi total partikel benda tersebut nol. Kelvin menetapkan suhu es melebur dengan angka 273 dan suhu air mendidih dengan angka 373. Rentang titik tetap bawah dan titik tetap atas termometer Kelvin dibagi 100 skala.

Perbandingan skala antara temometer Celcius, termometer Reaumur, dan termometer Fahrenheit adalah
C : R : F = 100 : 80 : 180
C : R : F = 5 : 4 : 9
Dengan memperhatikan titik tetap bawah 0ºC = 0ºR = 32ºF, maka hubungan skala C, R, dan F dapat ditulis sebagai berikut:
tº C =5/4 tºR
tº C =5/9 (tºF – 32)
tº R =4/9 (tºF – 32)
Hubungan skala Celcius dan Kelvin adalah
t K = tºC + 273 K
Kita dapat menentukan sendiri skala suatu termometer. Skala termometer yang kita buat dapat dikonversikan ke skala termometer yang lain apabila pada saat menentukan titik tetap kedua termometer berada dalam keadaan yang sama.
Misalnya, kita akan menentukan skala termometer X dan Y. Termometer X dengan titik tetap bawah Xb dan titik tetap atas Xa. Termometer Y dengan titik tetap bawah Yb dan titik tetap atas Ya. Titik tetap bawah dan titik tetap atas kedua termometer di atas adalah suhu saat es melebur dan suhu saat air mendidih pada tekanan 1 atmosfer.
Dengan membandingkan perubahan suhu dan interval kedua titik tetap masing-masing termometer, diperoleh hubungan sebagai berikut.
Keterangan:
Xa = titik tetap atas termometer X
Xb = titik tetap bawah termometer X
Tx = suhu pada termometer X
Ya = titik tetap atas termometer Y
Yb = titik tetap bawah termometer Y
Ty = suhu pada termometer Y
D. Memperhatikan dan Menerapkan Keselamatan Kerja dalam Pengukuran
Belajar fisika tidak dapat dipisahkan dari kegiatan laboratorium. Dalam melaksanakan percobaan dan kegiatan di laboratorium mungkin saja terjadi kecelakaan. Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga keselamatan dalam bekerja. Salah satu usaha menjaga keselamatan kerja dan mencegah terjadinya kecelakaan adalah dengan memperhatikan dan melaksanakan tata tertib di laboratorium.
Mengapa kecelakaan dapat terjadi? Kecelakaan di laboratorium dapat terjadi disebabkan beberapa hal, antara lain
1. tidak mematuhi tata tertib laboratorium,
2. tidak bersikap baik dalam melaksanakan kegiatan laboratorium,
3. kurangnya pemahaman dan pengetahuan terhadap alat, bahan, serta cara penggunaannya,
4. kurangnya penjelasan dari guru atau tenaga laboratorium, dan
5. tidak menggunakan alat pelindung.
Adapun bahaya-bahaya yang mungkin perlu diantisipasi di lingkungan laboratorium adalah sebagai berikut:
1. luka bakar akibat panas,
2. bahaya listrik,
3. bahaya radioaktif, dan
4. bahaya kebakaran.

Jumat, 30 November 2018

BAHASA DAERAH


*Keterampilan Berbicara
-Kalimat tanya
- Kalimat berita
-Kalimst perintah
-Kalimat berita

*Kalimat tanya
*Kalimat Berita
*Kalimat Perintah
*Kalimat Berita
*Homonim
* Kliom
*Majas

sejarah indonesia kelas x

A. Proses Masuknya Agama Hindu Buddha di Indonesia


Hasil gambar untuk makalah pedagang penguasa dan pujangga pada masa klasik (hindu-budha)
Candi Borobudur dan Prambanan adalah dua maha karya yang dapat menjadi bukti pencapaian yang luar biasa pada Dinasti Syailendra. Setelah masa dinasti itu surut,pusat kebudayaan dan politik kerajaan pindah ke jawa bagian timur. Nah,di jawa bagian timur tuh berdiri kerajaan yang diperintah oleh keturunan raja Mataram yang bernama Empu Sendok,bukan garpu lhoo. :p Beberapa sumber sejarah  yang berasal dari Cina menyebutkan tentang adanya hubungan perkawinan antara raja Jawa dan Bali pada pemerintahannya.
Sementara itu,kerajaan Sriwijaya di Sumatra sangat handal menjalin hubungan dengan dunia internasional melalui jaringan perdagangan dan kemaritimannya. Saat Sumatra dibawah dinasti Syailendra ,kerajaan itu dapat menguasai kerajaan lain di sepanjang laut Malaka,pada masa itu pula hubungan dengan india dan cina berkembang pesat. Kehebatan Sriwijaya juga ditunjukkan dengan "Dharma" (sumbangan) dari raja Sriwijaya untuk mendirikan asrama di Nelanda.Sriwijaya pun menjadi pusat belajar agama Budha pada masa itu. Sumber-sumber Tibet dan Nepal menyebutkan seorang pendeta Budha yang bernama Atisa,belajar agama Budha di Sriwijaya selama 12 tahun,atas saran I-tsing seorang musafir dari Cina yang dulu pernah singgah di Sriwijaya. 

1.Lahirnya Agama Hindu
Kebudayaan Hindu merupakan perpaduan antara kebudayaan bangsa Arya dari Asia Tengah yang telah memasuki India (Bangsa Dravida). Untuk menunjukkan dominasinya di segala aspek kehidupan,bangsa Arya menciptakan sistem kepercayaan dan kemasyarakatan sesuai dengan tradisinya. Sistemnya tadi dikenal dengan kebudayaan Hindu,di India lahir pula agama Hindu. Agama Hindu bersumber pada kitab Weda yang terdiri dari empat samhita atau himpunan,yaitu sebagai berikut:
a. Regwedha : Berisi syair pujian kepada dewa.
b. Samawedha : Berisi nyanyian pujian pada waktu melaksanakan upacara regwedha.
c. Yajurwedha : Berisi doa yang diucapkan pada waktu upacara dengan diiringi pengajian regwedha dan nyanyian samawedha. 
d. Atharwedha : Berisi mantra untuk sihir dan ilmu gaib; mengusir penyakit,mengikat cinta,menghancurkan musuh serta memperoleh kedudukan dan kekuasaan. 
Dalam arti luas,selain empat samhita tersebut,weda meliputi juga kitab Brahmana dan kitab Upanisad. 
a. Kitab Brahmana : Berisi cara sesajen dan upacara.
b. Kitab Upanisad  : Berisi ajaran ketuhanan dan makna hidup. 
Agama Hindu itu mengenal banyak dewa, diantaranya ada yang disebut trimurti (kesatuan 3 dewa tertinggi) yaitu Brahmana,Wisnu,dan Syiwa. Dewa Syiwa merupakan dewa tertinggi. Diantara ketiga dewa tsb yang paling punya banyak fans adalah dewa Syiwa dan Wisnu.
Fans nya Wisnu namanya golongan Waisnawa,kalo fansnya si syiwa namanya golongan Syinawa. 
Selain ngefans sama dewa dalam Trimurti masyarakat Hindu juga memuja dewa lain. Para dewa itu punya nama menurut kekuatan alam,seperti:
a. Dewa Surya (Matahari)
b. Dewa Candra (Bulan)
c. Dewa Agni (Api)
d. Dewa Wayu/bayu (angin)
e. Dewa Indra (Petir dan hujan)
~Berdasarkan pembagian tugas masyarakat hindu dibagi menjadi beberapa kelompok yang disebut caturwarna. Keempat kasta tersebut adalah :
a. Kasta Brahmana (pemuka agama hindu) : Bertugas memimpin upacara keagamaan.
b. Kasta Ksatria (Raja dan bangsawan istana) : Menjalangkan pemerintahan dan pertahanan negara.
c. Kasta Waisya (Pedagang,petani dan peternak) : Bertugas sesuai keahlian masing-masing.
d. Kasta Sudra (Orang miskin dan buruh) : Mengerjakan perintah yang diberikan oleh ketiga kasta lain yang lebih tinggi tingkatannya. 
2. Lahirnya agama Budha 
Agama Budha lahir pada abad ke -5 SM. Agama ini lahir sebagai reaksi terhadap agama Hindu terutama karena keberadaan kasta.Pembawa agama Budha adalah Sidharta Gautama (563-486 SM) seorang putra dari Raja Suddhodana dari kerajaan Kosala di Kapilawastu.Agama Budha lahir di lembah sungai Gangga (kapilawastu).  Agama Budha muncul sebagai reaksi terhadap dominasi kasta Brahmana di dalam agama Hindu.
~Agama Budha dipelopori oleh Sidharta Gautama yang mendapat sebutan beberapa nama,sbb:
a. Buddha : Orang yang telah mencapai Bodhi (wahyu) atau orang yang memperoleh penerangan atau kesadaran.
b. Tathagatha : Orang yang telah mencapai kenyataan.
c. Jina : Orang yang telah mencapai kemenangan.
d. Sakyamuni : Orang yang bijaksana dari Sakya Gautama
Pokok ajaran dalam agama Buddha tertuang dalam kitab Tripitaka yang berarti tiga keranjang menggunakan bahasa Pali. Tiga keranjang yg dimaksud adalah
a. Winayapitaka : Berisi peraturan ttg hukum agama Budha yang berlaku bagi para pemeluknya. 
b. Sutrantapitaka : Berisi wejangan sang Budha
c.Abidharmapitaka : Berisi keterangan dan penjelasan tentang soal keagamaan. 
sebelum masuk budha,harus mengucapkan namanya Trisarana yaitu tiga tempat berlindung. Ikrar tersebut berbunyi sebagai berikut:
a. Saya berlindung kepada Budha
b. Saya berlindung kepada Dharma
c. Saya berlindung kepada Sangga.
~ Buddha adalah tokok sejarah pendiri agama Buddha,Dharma adalah ajaran Budha, dan Sanggha adalah masyarakat pemeluk agama Budha. 
Menurut Dharma atau ajaran agama Buddha ,ada empat kebenaran utama dalam hidup di dunia ini atau disebut Caturarya Satya.
a. Hidup (lahir menjadi tua dan meninggal dunia) merupakan penderitaan atau sengsara.
b. Sengsara (Penderitaan) disebabkan oleh hati yg tidak ikhlas dan muncul hawa nafsu untuk hidup mewah.
c. Sengsara itu dapat dilenyapkan kalau hati yg tidak ikhlas dan hawa nafsu mencari kesenangan dunia itu dihilangkan.
d. Hawa nafsu untuk mencari kesenangan dunia itu dapat dihilangkan dengan cara astamargana atau astavidha (delapan jalan kebenaran) yaitu:
- pandangan yg benar,niat yang benar,perkataan yang benar,perbuatan yang benar,penghidupan ,usaha,perhatian,semedi yang benar. 
Masyarakat pemeluk agama Buddha (sanggha) dibedakan menjadi dua macam,yaitu sanggha yg tetap tinggal sbg masyarakat biasa dan sanggha yg hidup dalam biara. sanggha yg tetap tinggal sbg anggota masyarakat disebut upasaka (lakilaki) dan upasika (wanita). Sanggha yg hidup dalam biara disebut biksu (pria) dan biksuni (wanita). 
Pada awal Masehi agama Budha terpecah menjadi dua aliran,yaitu budha Hinayana dan Budha Mahayana. 
a. Buddha Hinayana (Kendaraan kecil)
--> Tiap orang harus berusaha sendiri untuk masuk nirwana tanpa pertolongan orang lain. 
b. Buddha Mahayana (kendaraan besar)
--> Sebaiknya manusia berusaha bersama orang lain dan saling membantu mencapai nirwana. 

3. Masuknya Pengaruh Hindu-Buddha

a. Teori Kolonisasi : Menjelaskan proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia dengan menekankan pada peran aktif dari orang India ,berdasarkan teori ini orang Indonesia sendiri sangat pasif,artinya mereka hanya menjadi objek penerima pengaruh kebudayaan India tsb.  Teori Kolonisasi dibagi lagi menjadi :
      
Teori Brahmana
Teori ini dikemukakan oleh Van Leur.Kelemahan teori ini adalah adanya larangan meninggalkan tanah air
 Teori Ksatria
Teori ini kebanyakan didukung oleh ahli India.Tokoh pendukung teori ini adalah Nehru dan Majumdar.Teori ini mengatakan banyak ksatria India mendirikan koloni di Indonesia maupun di Asia Tenggara. Menurut teori ini,ksatria mengadakan penaklukan dan menyebarkan Hinduisme. Kekuatannya terletak pada kenyataan bahwa semangat berpetualang umumnya dimiliki oleh para ksatria. Kelemahannya adalah : - Para ksatria tdk menguasai bahasa sansekerta dan huruf pallawa,Tidak ada bukti prasasti yang menggambarkan penaklukan kerajaan India terhadap Indonesia. 
    
Teori Waisya 
Teori pedagang ini dikemukakan oleh N.J Krom dan R.K Mookerjee.Para pedagang India yang datang ke Indonesia paling sedikit harus tinggal selama enam bulan.Mereka banyak yang kawin dengan penduduk asli.Pedagang inilah pembawa dan penyebar Hinduisme di Indonesia.Kelemahan dari teori ini adalah Pedagang yang termasuk kasta waisya tidk menguasai bahasa sansekerta dan huruf pallawa selain itu peta persebaran kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia lebih banyak berada di pedalaman. 

Berdasarkan pada peninggalan yang ada,ternyata teori kolonisasi tidak mempunyai bukti yang kuat. Hal tersebut dapat dibuktikan: 
- Teori Waisya : Tidak terbukti bahwa kerajaan awal di Indonesia yang bercorak H-B ditemukan di pesisir pantai,melainkan di pedalaman.
- Teori Ksatria : Tidak ada prasasti yang menyatakan daerah yang ada di  Indo pernah ditaklukkan oleh para ksatria dari India. 
- Bila ada perkawinan antara golongan ksatria dengan putri pribumi dari Indonesia,seharusnya ada keturunan dari mereka yang ditemukan di Indo,nyatannya tidak ada. 
- Terdapat perbedaan antara candi yang dibangun di Indo dan yang di India.
- Bahasa sansekerta hanya dikuasai para Brahmana. 
b. Teori Arus Balik

Dikemukakan oleh FDK Bosch. Menurut teori ini yang pertama kali datang ke Indonesia adalah mereka yang memiliki semangat untuk menyebarkan agama H-B ,yaitu para intelektual yang ikut menumpang kapal-kapal dagang.